​Associated Press melaporkan bahwa ketiga negara penggagas juga membuka ruang bagi negara bervisi serupa untuk bergabung pada masa mendatang. Keanggotaan Turki di NATO dinilai tidak akan tumpang tindih, melainkan saling melengkapi dengan kehadiran pakta ini.

​Sebelumnya, Perjanjian Makkah lahir di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Kawasan tersebut kini menghadapi tantangan keamanan kompleks yang melibatkan campur tangan Amerika Serikat, Israel, Iran, serta beragam kelompok bersenjata regional.

​“Kerja sama ini merupakan hasil diplomasi jangka panjang untuk membangun kerangka keamanan bersama dalam menghadapi meningkatnya ancaman regional dan internasional,” kata seorang pejabat Turki anonim kepada Anadolu Agency.***