Dengan cara unik, lokasi acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah Shiddiqiyyah selalu diundi tiap tahun. Setelah Balikpapan dan Serang, kini giliran Bengkulu jadi panggung syiar dan doa bersama.


KOSONGSATU.ID—Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar pergantian kalender dalam tradisi Tarekat Shiddiqiyyah. Ia adalah waktu syukur.

Dan untuk itu, keluarga besar Shiddiqiyyah—yang dipimpin oleh Sang Mursyid, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi—menggelar acara Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (TTBH) yang telah lama menjadi agenda rutin tahunan.

Tahun ini, Bengkulu mendapat giliran menjadi tuan rumah. Hajatan digelar pada Ahad, 13 Juli 2025, bertepatan dengan 17 Muharram 1447 H.

Bengkulu ini dipilih bukan dari hasil rapat, melainkan undian.

Sejak awal, TTBH memang dirancang sebagai perayaan spiritual yang keliling Nusantara, dari satu kota ke kota lain. Sebelumnya, acara berlangsung di Serang, Banten, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Format TTBH bukan panggung besar. Ia digelar dengan nuansa khas Shiddiqiyyah: sederhana, lembut, namun menggugah.

Pelaksanaan diserahkan sepenuhnya kepada Jami’iyyah Kautsaran Putri Hajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), organisasi perempuan yang menakhodai syiar Islam dari dalam.

Menurut keterangan Ketua Panitia TTBH 1447 H Bengkulu, Sarunawati, acara ini bukan hanya peringatan tahun baru, melainkan momentum penguatan syiar dan ruang strategis bagi perempuan dalam Islam.

Proses undian lokasi tahun depan akan kembali dilakukan secara terbuka. Dalam kebersamaan dan kesederhanaan itulah, syiar Islam dibawa berkeliling Nusantara—dengan cara yang tak biasa.*