​Selain memicu krisis ketersediaan air minum bagi warga, El Nino menghantam langsung sektor vital agrikultur. Potensi kekeringan memaksa pelaku sektor pertanian memutar otak agar tidak berujung pada kebangkrutan akibat gagal panen.

Menanggapi situasi iklim ini, Perwakilan BPBD Kabupaten Nganjuk, Wicaksono, pada 11 Maret 2026, memberikan imbauan lugas. “Kami mengimbau para petani untuk segera menyesuaikan pola tanam pertanian, pilih tanaman yang tidak rakus air,” cetus Wicaksono. Adaptasi adalah kunci bertahan hidup di tengah hantaman El Nino.***