Gunung Talamau di Pasaman Barat dipercaya sebagai lokasi Ophir pemasok harta Raja Sulaiman. Fakta sejarah dan rentetan fenomena alam mistis menyingkap jejaknya.

KOSONGSATU.ID – Sejarawan dan penulis buku History of Sumatra William Marsden menduga kuat bahwa Sumatera adalah wilayah legendaris bernama Ophir. Pulau ini diyakini sebagai tujuan armada Raja Sulaiman mencari emas.

“Sebanyak 283.000 hingga 399.600 gram setiap tahun tersimpan di Padang, di pasar bebas, atau di tangan perseorangan,” kata William merangkum laporannya pada 1783.

Ihwal penamaan Ophir, kata ini bermula dari bahasa Ibrani kuno yang bermakna kekayaan. Kawasan ini lama dicari oleh para penjelajah asing sebelum akhirnya Belanda memonopoli Nusantara.

Puncak Tri Martha dan Telaga Mistis

Gunung Talamau yang menjulang setinggi 2.919 meter memiliki status gunung api kategori C atau diam. Puncak tertingginya, Puncak Tri Martha, menyimpan berbagai pesona alam yang sarat akan nilai magis.

Pada arah barat daya puncaknya, terhampar sebuah wilayah bernama Padang Siranjano. Penduduk lokal meyakini kawasan lapang dengan pepohonan pendek ini dijaga oleh kekuatan supranatural tak kasat mata.

Aura mistis kian pekat dengan keberadaan 13 telaga di sekitar puncak gunung berjuluk ultra ribu tersebut. Salah satu danau yang paling tersohor di kalangan masyarakat adalah Telaga Puti Sangka Bulan.

Kilatan Cahaya Misterius

Rentetan kilatan cahaya terang di puncak Talamau sempat memicu kepanikan warga Pasaman Barat pada Januari 2017. Fenomena misterius ini terlihat jelas berhari-hari dari ibukota Simpang Empat.

Sebagian warga menduga gunung yang berdampingan dengan Gunung Pasaman itu akan segera meletus. Namun, kecemasan tersebut lekas dibantah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Para ahli mengidentifikasi fenomena itu sebagai semburan biru (blue jets), semburan raksasa (gigantic jets), atau emisi kilatan elektromagnetik (ELVES). Peristiwa ini murni fenomena kelistrikan alam.

Teka-teki Harta Sulaiman

Rentetan fenomena alam di puncak Talamau kian menambah pekat aura misteri yang menyelimuti kawasan tersebut. Hingga kini, lokasi pasti negeri berlimpah emas yang diberkati Tuhan itu masih menjadi teka-teki raksasa.

Mungkinkah daratan agung yang dikisahkan pada peradaban era Nabi Sulaiman itu sejatinya memang bersemayam di perut Sumatera? Pertanyaan besar ini terus memancing rasa penasaran para ilmuwan dan arkeolog dunia.

Bukti-bukti komoditas berharga dan satwa endemik memang ada di Pulau Sumatera, namun letak pasti Ophir biarlah tetap menjadi rahasia yang hanya diketahui Sang Pencipta. ***

Daftar Pustaka:

  1. Marsden, William. (1783). History of Sumatra.
  2. Catatan Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat. (2017).
  3. Dupoizat, Marie-France & Perret, Daniel. (2003). Barus Seribu Tahun yang Lalu.
  4. Surat Kabar Sumatra-Courant: Nieuws en advertentieble. (Edisi 14 April 1869).
  5. Verbeek. (1886). Nota over de verrichtingen der Oost-Indische Compagnie bij de ontginning der goud- en zilveraders te Salida op Sumatras Westkust.
  6. Hilton, Colin Jack. (1969). Pencarian untuk Kepulauan Solomon 1567-1838. Clarendon Press.
  7. Van Leeuwen, T.M. (1994). Journal of Geochemical Exploration (Edisi 50).