Pemerintah Indonesia resmi mengutus Dubes RI untuk menghadiri pemakaman Ali Khamenei di Iran.
KOSONGSATU. ID – Keputusan pengiriman utusan ini menandai penghormatan terakhir pemerintah RI di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang sedang memanas.
Utusan Resmi Indonesia dan Boikot Barat
Pemerintah Republik Indonesia memastikan kehadirannya dalam momen bersejarah di Timur Tengah. Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran, Rolliansyah (Roy) Soemirat, akan mewakili pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir pada pemakaman almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang mengonfirmasi langsung penugasan tersebut.
”Dubes RI di Tehran ditugaskan untuk hadir,” kata Yvonne, Jumat (3/7).
Sementara Indonesia menugaskan perwakilan penuhnya, China dan Rusia memilih mengirim delegasi khusus ke Tehran. Sekretaris Komite Pemakaman dan Perpisahan Nasional Iran, Ali Akbar Pourjamshidian, menyatakan bahwa perwakilan dari 30 negara akan memadati prosesi ini.
Namun, ia menegaskan dengan lantang bahwa Iran tidak mengundang satu pun pemimpin dari Eropa dan Amerika Serikat.
Rangkaian Panjang ‘Peristiwa Abad Ini’
Otoritas Iran mulai memperlihatkan jenazah Ali Khamenei kepada publik sejak Kamis lalu di Imam Khomeini Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini. Di lokasi inilah, para tamu asing dan pemuka agama memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memimpin Iran selama 36 tahun tersebut.
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, yang bertindak selaku penanggung jawab pemakaman, menyebut prosesi yang akan berlangsung hingga Kamis mendatang di Mashhad ini sebagai ‘peristiwa terpenting abad ini’.
Puncak perkumpulan massa akan terjadi pada pawai di Tehran, Senin depan. Pemerintah setempat memperkirakan sekitar 20 juta warga Iran—lebih dari seperlima total penduduk negara tersebut—akan turun ke jalan.
Setelah itu, iring-iringan jenazah akan bergerak ke kota suci Qom pada Selasa (7/7), melewati makam Fatima Masumeh dan Masjid Jamkaran. Keesokan harinya, prosesi ini akan melintasi benteng Syiah Irak di Karbala dan Najaf. Terakhir, pada Kamis (9/7), jenazah akan dimakamkan di makam Imam Reza di Mashhad, yang merupakan tanah kelahiran sang pemimpin.
Teka-teki Kemunculan Sang Pewaris
Di tengah duka nasional, publik terus menyoroti kemungkinan hadirnya pewaris kepemimpinan, Mojtaba Khamenei. Tragedi serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu tidak hanya merenggut nyawa Ali Khamenei, tetapi juga menewaskan istri Mojtaba, Zahra Haddad Adel—yang jenazahnya turut disemayamkan saat ini—serta putri mereka yang baru berusia 14 tahun.
Meskipun baliho raksasa yang menampilkan kebersamaan Mojtaba dan mendiang ayahnya bertebaran di seluruh penjuru negeri, banyak pihak memprediksi Mojtaba tidak akan muncul hingga seluruh prosesi berakhir.
Selain masih dalam masa pemulihan akibat luka parah dari serangan empat bulan lalu, Mojtaba juga menghadapi ancaman pembunuhan yang terus disuarakan oleh Israel. Ancaman serupa juga mengintai para petinggi Iran lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghci dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Kehadiran utusan dari 30 negara, termasuk Indonesia, menegaskan signifikansi posisi Iran di mata komunitas internasional, terutama poros Timur. Rangkaian pemakaman ini tidak sekadar menjadi ajang perpisahan nasional, tetapi juga mengirimkan pesan geopolitik yang kuat di tengah eskalasi konflik yang terus membayangi kawasan Timur Tengah.***





Tinggalkan Balasan