Di tengah dinamika spiritual Jawa Timur, Gunung Kawi kini memantulkan dua wajah: tradisi ziarah lama dan tasawuf modern yang terlembagakan. Kabut di lerengnya mungkin tetap sama, tetapi makna yang tumbuh di bawahnya perlahan berubah—dari mitos tentang kekayaan instan menuju narasi tentang syukur, kebangsaan, dan pemberdayaan sosial.***
Halaman


1 Komentar