Bukan Kehabisan Amunisi, tapi Pergeseran Taktik

Para analis meyakini penurunan 90 persen ini tidak berarti Iran kehabisan stok rudal strategis. Sebaliknya, Teheran disebut sedang menggeser strategi perangnya.

Alih-alih mengandalkan rudal balistik canggih, Iran kini secara konstan menerjunkan ribuan drone murah. Taktik ini dirancang untuk menguras sistem pertahanan udara musuh secara perlahan.

“Tujuannya sangat jelas, yakni menguras sistem pertahanan udara musuh secara perlahan namun pasti,” tulis laporan yang diterima. Dengan cara ini, Teheran dapat menghemat rudal canggih untuk fase kritis berikutnya.

Ancaman di Balik Strategi Perang Atrisi

Sinan Ulgen, seorang Analis Keamanan dan Militer, pada 6 Maret 2026 menyoroti kecerdikan strategi baru Iran. “Masuk akal bagi mereka untuk menyimpan senjata paling ampuh untuk tahap selanjutnya dari konflik, ketika aset pertahanan negara-negara yang terlibat telah banyak berkurang karena serangan awal,” tegas Ulgen.

Strategi ini memaksa koalisi pimpinan AS dan 11 negara yang menjadi target untuk tetap dalam status siaga tinggi. Ancaman saat ini dinilai lebih berbahaya karena serangan gelombang kedua diprediksi akan dilancarkan saat pertahanan udara musuh sudah melemah.

Meskipun langit tidak lagi dihiasi ratusan rudal balistik setiap malam, potensi serangan mendatang justru diyakini bakal jauh lebih mematikan.***