Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mencatat penurunan drastis intensitas serangan rudal balistik Iran hingga 90 persen sejak eskalasi militer pecah pada awal Maret 2026. Penurunan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan amunisi, melainkan perubahan taktik perang menjadi perang atrisi.


KOSONGSATU.ID—Komandan CENTCOM, Brad Cooper, dalam konferensi pers pada 5 Maret 2026 mengungkapkan data terbaru aktivitas militer Iran. “Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama. Serangan drone juga menurun 83 persen sejak hari pertama,” jelas Cooper.

Penurunan ini sangat kontras dibandingkan gempuran perdana pada 28 Februari 2026. Saat itu, Teheran dilaporkan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan 2.000 drone kamikaze ke sejumlah target.

Meski demikian, militer Israel dan Amerika Serikat sebelumnya disebut telah membombardir fasilitas peluncuran rudal bawah tanah Iran. Serangan ini diduga turut memengaruhi intensitas operasional militer Teheran.