Penulis biografi sejarah, mendiang Peter Kasenda, pernah mempertegas makna historis tersebut. Dalam rekaman video di akun media sosial @komunitasbambu, ia memperagakan salam dengan membuka lebar kelima jarinya.
”Artinya apa? Artinya lima, Pancasila,” ujar Peter sembari menjelaskan simbolisasi dasar negara dalam salam kemerdekaan tersebut.
Makna Mengepal Versi Megawati
Sebelumnya, pemahaman berbeda disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan salam merdeka justru harus diiringi kepalan tangan.
Pernyataan itu ia sampaikan saat sosialisasi buku teks pendidikan Pancasila di Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023). Megawati menilai kepalan tangan memiliki makna persatuan yang mendalam.
”…bapak saya bilang kenapa kita mesti mengatakan merdeka, merdeka tuh bukan begini (menunjukkan tangan terbuka), tapi begini (menunjukkan tangan mengepal),” ujar Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
Selain itu, Megawati menjelaskan bahwa tangan mengepal bermakna menyatukan kelima sila. Salam kemerdekaan tersebut menjadi simbol bahwa Pancasila telah dijadikan satu kesatuan yang utuh.
Menanggapi perbedaan narasi ini, Kushartono kembali mengingatkan pentingnya semboyan “Jas Merah” atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
”Karena salam pekik merdeka tentu ada makna sejarahnya. Termasuk aturan tidak dengan telapak tangan mengepal tapi dengan lima jari seperti orang menghormat,” tuturnya.***
Daftar Pustaka:
- Adams, Cindy. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Bab 27: Revolusi Mulai Berkobar, hlm. 339).
- Museum Nasional Proklamasi (Munasprok). Catatan Maklumat Pemerintah tertanggal 31 Agustus 1945 (Disahkan 1 September 1945).
- Pernyataan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dalam Sosialisasi Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila, Jakarta Selatan, 21 Agustus 2023.
- Pernyataan Pengelola Rumah Masa Kecil Bung Karno/Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, RM. Kushartono.
- Video peragaan salam merdeka oleh sejarawan Peter Kasenda via akun Twitter @komunitasbambu.




Tinggalkan Balasan