Ternyata, AS tidak menemukan satu pun celah pengkhianatan di dalam tubuh IRGC. Fakta ini membuktikan bahwa sistem pemerintahan Iran telah mereka rancang secara khusus untuk menghadapi perang eksistensial dan mempertahankan resiliensi tingkat tinggi di tengah konflik besar.
Ketahanan di Tengah Perang Eksistensial
Melihat pukulan demi pukulan yang Iran terima sekaligus balasan mematikan yang mereka luncurkan, durabilitas negara ini berada di luar nalar kalkulasi militer barat. Hampir tidak ada negara Islam atau negara di Timur Tengah saat ini—bahkan negara sebesar Indonesia—yang diprediksi mampu bertahan lebih dari sepekan jika menghadapi gempuran brutal gabungan AS dan Israel.
Serangan ini jelas merupakan perang eksistensial. Tujuannya bukan sekadar melemahkan militer, melainkan menghapus Republik Islam Iran selamanya dan menggantinya dengan rezim boneka pro-Barat seperti era Shah Pahlavi.
Memasuki pekan ketiga menuju bulan pertama pertempuran, pemerintah Iran belum jatuh. Keadaan dalam negeri tetap stabil. Bahkan, ketika Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, dikabarkan sedang berada di luar negeri untuk urusan medis, mesin perang Iran tetap berjalan sempurna tanpa hambatan komando.
Serangan Balasan dan Kendali Strategis
Pakar Geopolitik Barbara Slavin dengan tepat menyimpulkan bahwa strategi pembunuhan tokoh tidak akan memengaruhi kemampuan tempur Iran. Buktinya, pusat komando militer Iran tetap utuh (fully intact). Sistem militer mereka segera mengangkat komandan baru untuk mengisi posisi yang kosong akibat gugur di medan laga.
Saat ini, IRGC masih berdiri sangat kokoh. Mereka terus mengeksekusi taktik perang yang adaptif dan menembakkan ratusan rudal balistik presisi tinggi yang mengoyak wilayah pertahanan Israel. Di laut, militer Iran mengkonfirmasi dominasinya dengan menguasai Selat Hormuz secara penuh.
Ribuan ton bahan peledak terus menghujani langit Israel melalui proyektil balistik Iran tanpa henti. Infrastruktur Iran mungkin mengalami kerusakan parah, tetapi AS dan Israel juga hancur lebur secara strategis dan operasional dalam perang ini.




0 Komentar