Kemajuan adalah kejelian sebuah peradaban dalam menambang data alam, merumuskan metodologi, dan merancang sistem yang adaptif terhadap lingkungan. Saat ini, tatkala kita membicarakan Decision Support System atau Data Mining, kita sejatinya tengah menerima tongkat estafet pemikiran dari para empu, pelaut, dan petani masa lalu.

Tantangan kita ke depan adalah mengawinkan kembali kearifan sistemis tersebut ke dalam teknologi modern.***


​Daftar Pustaka

  • ​Dick-Read, R. (2005). The Phantom Voyagers: Evidence of Indonesian Settlement in Africa in Ancient Times. Thurlton.
  • Daldjoeni, N. (1983). Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa: Peranan Bioklimatologis dan Fungsi Sosiokulturalnya. Proyek Javanologi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Haryono, T. (2001). “Seni Kepandaian Besi pada Masa Jawa Kuno: Kajian Arkeometalurgi”. Jurnal Humaniora, 13(3), 296-305.
  • Lansing, J. S. (2006). Perfect Order: Recognizing Complexity in Bali. Princeton University Press.
  • Lapian, A. B. (2009). Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Jakarta: Komunitas Bambu.
  • Manguin, P. Y. (1980). “The Southeast Asian Ship: An Historical Approach”. Journal of Southeast Asian Studies, 11(2), 266-276.
  • O’Connor, S. J. (1975). “Iron Working as Spiritual Inquiry in the Indonesian Archipelago”. History of Religions, 14(3), 173-190.
  • Windia, I. W. (2006). “Transformasi Sistem Irigasi Subak yang Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana”. Jurnal Sosiohumaniora, 8(1), 1-15.
  • Zuhdi, S. (2014). Nasionalisme, Laut, dan Sejarah. Depok: Komunitas Bambu.