Hunian tersebut diperuntukkan bagi pembeli rumah pertama dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan bagi pembeli lajang dan Rp14 juta bagi pembeli yang telah berkeluarga.
Perumnas mencatat lebih dari 1.100 nomor urut pemesanan untuk 609 unit yang tersedia. Sekitar 450 calon pembeli disebut telah lolos pemeriksaan awal perbankan. Kelulusan pemeriksaan awal belum otomatis berarti seluruh calon pembeli memperoleh persetujuan kredit.
Proyek dibangun menggunakan skema kerja sama turnkey. Melalui skema ini, kontraktor menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu dan pembayaran dilakukan berdasarkan ketentuan kontrak setelah tahapan pekerjaan terpenuhi. Perumnas menyatakan pembangunan Alonia tidak menggunakan penyertaan modal negara.
Namun, Perumnas belum membuka identitas kontraktor, nilai kontrak terbaru, sumber pembayaran, pembagian risiko pembengkakan biaya, serta bentuk subsidi yang membuat proyek tersebut dikategorikan sebagai hunian subsidi.
Ukuran keterjangkauan belum diperinci
Jika pembelian dibiayai dengan kredit selama 20 tahun, harga unit Rp417 juta–Rp527 juta tetap dapat menghasilkan cicilan jutaan rupiah setiap bulan. Besarnya bergantung pada uang muka, tingkat bunga, tenor, biaya administrasi, dan nilai subsidi yang diterima pembeli.
Perumnas sebelumnya mempromosikan Alonia dengan cicilan mulai sekitar Rp2 juta per bulan. Akan tetapi, simulasi terbaru berdasarkan harga Rp417 juta–Rp527 juta belum dipublikasikan dalam acara peletakan batu pertama.
Biaya kepemilikan juga tidak hanya terdiri atas cicilan. Penghuni apartemen harus membayar iuran pengelolaan lingkungan atau IPL, utilitas, dana cadangan perawatan gedung, dan biaya fasilitas bersama.
Maruarar Sirait pada Januari lalu telah meminta Perumnas memastikan IPL tidak ditetapkan terlalu tinggi. Hingga pembangunan dimulai, besaran IPL serta mekanisme kenaikannya belum diumumkan.
Dikembangkan dengan konsep TOD
Perumnas menyebut Alonia menggunakan konsep kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development. Lokasinya berada sekitar 400 meter dari stasiun kereta dan berdekatan dengan kawasan perkantoran, rumah sakit, fasilitas pendidikan, jalan tol, serta pusat kegiatan ekonomi.




Tinggalkan Balasan