Tim dokter RSCM lakukan transplantasi membran amnion untuk selamatkan mata kanan Andrie Yunus.


KOSONGSATU.ID–Ruang High Care Unit (HCU) Luka Bakar RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjadi saksi bisu perjuangan Andrie Yunus. Wakil Koordinator KontraS ini tengah menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban serangan air keras oleh dua orang tidak dikenal pada Jumat dini hari (13/3/2026).

Serangan zat kimia korosif tersebut membakar sekitar 20 hingga 24 persen tubuh Andrie, meliputi area wajah kanan, leher, dada, punggung, hingga kedua lengan.

Namun, kekhawatiran terbesar tim medis saat ini adalah kondisi mata kanan korban yang terkena siraman cairan kimia secara telak.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkapkan bahwa mata kanan Andrie mengalami trauma kimia derajat tiga dalam fase akut.

“Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” jelas Yoga dalam keterangannya kepada wartawan, 17 Maret 2026.

Prosedur Medis dan Ancaman Kebutaan

Guna mencegah kebutaan permanen, tim bedah mata RSCM segera melakukan tindakan operatif darurat. Prosedur yang dilakukan meliputi pembersihan jaringan yang rusak serta transplantasi membran amnion untuk melindungi dan memulihkan permukaan kornea mata kanan Andrie.

Tindakan ini menjadi upaya krusial karena kerusakan jaringan yang dialami tergolong sangat berat. Andrie dipastikan akan membutuhkan rangkaian rekonstruksi jaringan berkelanjutan serta pemulihan fisik dan psikologis yang panjang akibat teror tersebut.

Eskalasi Teror Terhadap Pejuang HAM

Di sisi lain, Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus adalah serangan terhadap seluruh masyarakat sipil. Penggunaan zat kimia korosif dinilai sebagai bentuk teror terencana untuk membungkam kritik terhadap negara dan militer.

“Serangan ini tidak hanya menyerang Andrie Yunus, tetapi juga masyarakat sipil secara luas yang berani mengungkap fakta,” tegas Dimas di Jakarta (16/3/2026).

Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya menyatakan masih terus mengusut kasus ini secara profesional guna menangkap para pelaku yang masih buron.***