Selain itu, tradisi pidato ini memiliki akar kuat dalam sejarah ketatanegaraan. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Dahlan Thaib, turut mencatat sejarah ini.

Pada era Orde Lama, presiden selalu berpidato dalam rapat raksasa setiap 17 Agustus. Pidato tersebut kerap melahirkan gagasan besar menentang penjajahan, seperti konsep berdikari.

“Sikap berdikari itu adalah respons yang tepat terhadap tantangan pihak kolonialisme baru di segala bidang terhadap revolusi dan Republik Indonesia kita,” kata Menteri Koordinator Roeslan Abdoelgani.***

Daftar Pustaka:

  • Harian Kompas, edisi 11 Agustus 1965 & 24 Agustus 1965.
  • Soekarnoputra, Guntur. (1977). Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku.
  • Thaib, Dahlan, dkk. Teori dan Hukum Konstitusi.
  • Widjanarko, Bambang. (1988). Sewindu Dekat Bung Karno.