Serangan udara Israel di sejumlah kota di Lebanon selatan pada Senin (16/3/2026) menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk dua paramedis dan dua anak-anak, demikian dilaporkan otorsetempat.
KOSONGSATU.ID—Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan, serangan pertama menghantam sebuah rumah di kota Kfarsir, menewaskan satu orang. Ketika sebuah ambulans milik Otoritas Kesehatan Islam tiba di lokasi untuk evakuasi, pesawat Israel kembali membom tempat yang sama.
Akibat serangan kedua ini, dua paramedis tewas dan satu lainnya luka-luka. Insiden ini terjadi dua hari setelah Israel memperingatkan akan menargetkan fasilitas dan kendaraan medis di Lebanon dengan tuduhan digunakan Hizbullah untuk tujuan militer.
Pada Sabtu lalu, serangan Israel juga menghantam pusat layanan kesehatan di Lebanon selatan, menewaskan 12 tenaga medis, termasuk dokter, paramedis, dan perawat.
Empat Warga Sipil Tewas di Qantara, Dua di Antaranya Anak-anak
Di distrik Marjayoun, jet tempur Israel menyerang kota Qantara. Kementerian Kesehatan Lebanon mengeluarkan laporan sementara yang menyebutkan empat orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk dua anak-anak.
NNA juga melaporkan bahwa tentara Israel memberlakukan pembatasan pergerakan di desa-desa di distrik Bint Jbeil dengan menargetkan beberapa jalan sekunder yang terhubung ke rute utama, khususnya di area Wadi al-Hujeir.
Serangan Meluas, Israel Umumkan Ofensif Darat
Sebelumnya pada hari yang sama, pesawat perang Israel menyerang area dekat Masjid Abu al-Fadl al-Abbas di lingkungan Old Saraya, Nabatieh, menyebabkan kerusakan signifikan. Serangan tambahan juga menargetkan area antara kota Yater dan Beit Lif, serta kota Khiam dan Sultaniyah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi Senin pagi bahwa militer telah memulai ofensif darat di Lebanon. Serangan ini merupakan eskalasi setelah Hizbullah melancarkan serangan lintas batas.
Serangan Israel meluas sejak 2 Maret 2026, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, sejak saat itu, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 850 orang, termasuk 66 wanita dan 107 anak-anak, serta melukai 2.105 lainnya. Lebih dari 830.000 orang terpaksa mengungsi.***




Tinggalkan Balasan