Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kami lakukan rekayasa lalu lintas karena ada kendala fisik di jalan raya akibat tiang listrik dan reklame yang roboh,” ujarnya.

Evakuasi dan pemulihan listrik

Pemerintah desa setempat segera berkoordinasi dengan BPBD Sidoarjo dan PLN untuk mempercepat proses evakuasi material.

Kepala Desa Kedungturi, H. Arifin, mengatakan prioritas utama adalah membuka akses jalan yang tertutup tiang dan rangka reklame.

“Fokus utama adalah menyingkirkan material reklame dan tiang agar jalan bisa segera dilalui, karena ini jalur urat nadi menuju Surabaya,” ujarnya.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan pemotongan rangka reklame dan penataan kabel listrik yang jatuh.

Cuaca ekstrem dan risiko infrastruktur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di wilayah Jawa Timur.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, menjelaskan pola konvergensi udara memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya pada awal Maret.

Kondisi tersebut dapat memicu hujan lebat disertai angin kencang dalam waktu singkat.

Di sisi lain, ambruknya reklame juga menyoroti persoalan jarak aman antara papan reklame dengan jaringan listrik udara.

Hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya indikasi kelelahan struktur pada kaki reklame yang sudah lama berdiri sehingga tidak mampu menahan tekanan angin saat badai.

Petugas PLN hingga kini masih melakukan perbaikan jaringan untuk memulihkan aliran listrik di kawasan industri Waru dan Taman.

Warga diimbau tetap waspada karena potensi hujan angin diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. ***