Putin menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah perundingan AS-Iran di Islamabad gagal. Kremlin menyatakan Rusia siap melanjutkan fasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik.


KOSONGSATU.ID — Presiden Rusia Vladimir Putin menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian setelah perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.

Kremlin menyatakan percakapan itu membahas situasi pascaperundingan serta kesiapan Rusia untuk terus membantu pencarian jalan keluar politik dan diplomatik atas konflik yang masih rapuh.

Dalam keterangan resmi Kremlin, Putin disebut menekankan kesiapan Moskow untuk “terus memfasilitasi pencarian penyelesaian politik dan diplomatik” serta mendukung upaya menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Pernyataan itu muncul ketika gencatan senjata dua pekan antara Washington dan Teheran masih disebut sangat rapuh oleh sejumlah pihak. 

Islamabad Berakhir Tanpa Terobosan

Perundingan AS-Iran di Islamabad sendiri berakhir tanpa hasil setelah berlangsung sekitar 21 jam. Associated Press melaporkan delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.

Seusai perundingan, Vance mengatakan pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan karena Iran menolak menerima syarat Amerika terkait komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. 

AP juga melaporkan Pakistan, yang menjadi penengah, meminta kedua pihak tetap menjaga komitmen terhadap gencatan senjata.

Sehari setelah perundingan buntu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan upaya penuh masih terus dilakukan untuk membantu penyelesaian konflik AS-Iran.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut gencatan senjata yang ada saat ini “sangat rapuh” dan meminta semua pihak menolak langkah yang dapat memicu eskalasi baru. 

Iran Sebut Peluang Tetap Terbuka

Di tengah kebuntuan itu, posisi Iran tetap terbuka pada jalur diplomatik, tetapi dengan syarat yang dianggap seimbang. AP melaporkan Iran memasukkan sejumlah garis merah dalam perundingan, termasuk kompensasi atas kerusakan akibat serangan dan pelepasan aset yang dibekukan.

Sementara itu, Amerika Serikat menekan pembatasan program nuklir Iran dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.***