Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terkejut menemukan anggaran lebih dari Rp 900 miliar untuk pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) ternyata lolos di APBN 2025 setelah melakukan pengecekan internal
KOSONGSATU.ID – Guncangan itu datang setelah video viral di TikTok pada 6 April lalu menampilkan deretan motor listrik berlogo BGN. Akun @NOVIR007 mengunggah tayangan dengan klaim jumlah mencapai 70.000 unit, memicu spekulasi publik tentang penyalahgunaan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Awalnya, Purbaya menyatakan yakin bahwa pengajuan pengadaan motor itu telah ditolak tahun lalu, dengan fokus kementerian pada pemenuhan makanan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil.
Kejutan di Internal Kemenkeu
Namun situasi berubah setelah penelusuran dokumen internal. Purbaya menemukan bahwa anggaran tersebut rupanya lolos dan menggunakan pagu APBN 2025, kemudian langsung memotong jalur anggaran untuk tahun anggaran berikutnya.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa anggaran pengadaan motor listrik untuk SPPG tidak termasuk dalam pengadaan tahun 2026 ini dan memastikan tidak ada pembelian motor listrik baru.
Klarifikasi dari BGN
Merespons polemik, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana membantah informasi 70.000 unit tidak benar; realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025.
Dadan menyatakan negara membelanjakan Rp 42 juta untuk setiap unit motor listrik tersebut, jauh di bawah rata-rata harga pasaran yang mencapai Rp 52 juta.
Motor tersebut belum didistribusikan karena masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan para petugas. Dadan menekankan motor listrik ditujukan untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah-daerah yang sulit diakses.
Isu ini kembali menimbulkan sorotan terhadap tata kelola anggaran program MBG, khususnya di tengah upaya pemerintah mengetatkan pengeluaran. Komisi IX DPR RI dijadwalkan segera memanggil pihak BGN untuk evaluasi ketat.***




0 Komentar