Saat rakyat berjuang mencari kerja, 30 wakil menteri justru merangkap jabatan komisaris BUMN. Tak melanggar hukum, tapi dinilai mencederai rasa keadilan dan empati publik.


KOSONGSATU.ID—Di tengah gelombang PHK dan sulitnya lapangan kerja, publik dikejutkan dengan fakta 30 wakil menteri merangkap jabatan sebagai komisaris di BUMN dan anak usahanya.

Fenomena ini memicu kritik keras. Di satu sisi, hukum tidak secara eksplisit melarang. Tapi di sisi lain, publik melihat praktik ini menabrak etika dan rasa keadilan sosial.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyebut ini soal empati, bukan sekadar legalitas.

“Saat jutaan orang berjuang mencari kerja, segelintir elit justru menikmati privilese ganda,” kata Mufti, Jumat (11/7).

Ia menilai rangkap jabatan hanya layak bila membawa dampak positif dan efisiensi. Jika sekadar mengisi struktur tanpa kontribusi nyata, rakyat hanya dibebani biaya tanpa manfaat.

DPR berjanji akan terus mengawasi dampak langsung kebijakan ini terhadap kinerja dan pelayanan BUMN.

Masalah ini juga menimbulkan debat hukum. UU Kementerian Negara memang melarang menteri merangkap jabatan di BUMN, tapi tak menyebut wakil menteri secara eksplisit. Celah ini dimanfaatkan.

Mantan Ketua MK, Mahfud MD, sebelumnya menyatakan bahwa larangan mestinya berlaku juga bagi wamen. “Mereka bagian dari kabinet. Tidak boleh ada dua standar,” tegas Mahfud.

Isu ini bahkan digugat ke Mahkamah Konstitusi. Direktur Eksekutif ILDES, Juhaidy Rizaldy Roringkon, menilai celah hukum ini bisa menimbulkan krisis kepercayaan publik.

Berikut daftar lengkap 30 wakil menteri yang rangkap jabatan sebagai komisaris BUMN:

  1. Sudaryono – PT Pupuk Indonesia
  2. Immanuel Ebenezer – PT Pupuk Indonesia
  3. Giring Ganesha – PT GMF AeroAsia
  4. Angga Raka Prabowo – PT Telkom Indonesia
  5. Ossy Dermawan – PT Telkom Indonesia
  6. Silmy Karim – PT Telkom Indonesia
  7. Fahri Hamzah – PT BTN
  8. Suahasil Nazara – PT PLN
  9. Aminuddin Ma’ruf – PT PLN
  10. Kartika Wirjoatmodjo – PT BRI
  11. Helvy Yuni Moraza – PT BRI
  12. Diana Kusumastuti – PT Brantas Abipraya
  13. Yuliot Tanjung – PT Bank Mandiri
  14. Didit H. Ashaf – PT Perikanan Indonesia
  15. Suntana – PT Pelindo
  16. Dante Saksono – PT Pertamina Bina Medika
  17. Donny Taufanto – PT Dahana
  18. Christina Aryani – PT Semen Indonesia
  19. Diaz Hendropriyono – PT Telkomsel
  20. Ahmad Riza Patria – PT Telkomsel
  21. Dyah Roro Esti – PT Sarinah
  22. Todotua Pasaribu – PT Pertamina
  23. Ratu Isyana Oka – PT Dayamitra Telekomunikasi
  24. Juri Ardiantoro – PT Jasa Marga
  25. Nezar Patria – PT Indosat
  26. Veronica Tan – PT Citilink
  27. Taufik Hidayat – PT PLN EPI
  28. Arif Havas Oegroseno – PT Pertamina Shipping
  29. Ferry Juliantono – PT Pertamina Patra Niaga
  30. Stella Christie – PT Pertamina Hulu Energi

Publik kini menunggu: akankah para wamen ini memberi manfaat nyata, atau sekadar simbolisme berbiaya tinggi?*