Wartawan Israel gagal masuk ke Pakistan saat Islamabad menjadi tuan rumah perundingan AS-Iran yang berlangsung 21 jam dan berakhir tanpa kesepakatan.
KOSONGSATU.ID – Wartawan dari sejumlah media Israel tidak bisa meliput langsung perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan ini. Pasalnya, Pakistan tetap memberlakukan kebijakan mereka yang tidak pernah mengakui negara Israel.
Kementerian Luar Negeri Pakistan sebelumnya menegaskan bahwa pengakuan terhadap Israel “tidak sedang dipertimbangkan”. Dengan posisi itu, akses masuk bagi pemegang paspor Israel tertutup—termasuk bagi wartawan yang ingin meliput forum di Islamabad.
Di sisi lain, Pakistan memberi ruang liputan bagi media internasional lain yang melaporkan langsung jalannya perundingan dari Islamabad.
Forum itu menjadi sorotan karena mempertemukan delegasi tinggi Amerika Serikat dan Iran dalam pembicaraan tatap muka yang berlangsung maraton.
Perundingan Berakhir Buntu
Perundingan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam. Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara pihak Iran dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
“Kabar buruknya, kami tidak mencapai kesepakatan,” kata JD Vance kepada wartawan, Minggu, 12 April 2026, setelah perundingan selesai. Menurut pihak Amerika Serikat, kebuntuan terjadi karena Iran menolak tuntutan Washington terkait program nuklirnya.
Dari pihak Iran, Ghalibaf menyalahkan Amerika Serikat karena dinilai gagal membangun kepercayaan dalam perundingan tersebut. Pakistan, sebagai tuan rumah, tetap mendorong kedua pihak menjaga jalur diplomasi dan menghormati gencatan senjata yang lebih dulu disepakati. ***




0 Komentar