Lewat unit usaha Sehat Tentrem, Pesantren Shiddiqiyyah tak hanya menghidupi aktivitas sosial dan spiritualnya, tapi juga menyumbang keuangan negara secara signifikan. Sampai-sampai Bea Cukai pun sowan.
KOSONGSATU.ID—Kamis, 26 Juni 2025, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, melakukan kunjungan kehormatan alias sowan kepada Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah, Syekh Moch. Mukhtarulloh Al-Mujtabaa Mu’thi, di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang.
Kunjungan ini merupakan bentuk penghormatan atas peran signifikan Pesantren Shiddiqiyyah dalam menopang perekonomian nasional, khususnya melalui unit usaha hasil tembakau bertajuk Sehat Tentrem.
“Untuk Jawa Timur, ini salah satu penyumbang penerimaan keuangan terbesar dari industri hasil tembakau. Dan industri hasil tembakau soko guru dari Pak Kiai pesantren, termasuk yang ada di Shiddiqiyyah ini. Untuk itu kami sowan,” ujar Agus.

Unit usaha Sehat Tentrem tak hanya menopang operasional pesantren, tetapi juga menjadi sumber pendanaan bagi program sosial dan kebangsaan Tarekat Shiddiqiyyah.
Tahun ini, Sehat Tentrem mendukung penuh pembangunan 136 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), sebagai wujud syukur atas 80 tahun Kemerdekan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam dialog hangat yang berlangsung, Agus juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro’ dalam membangun bangsa.
“Untuk nyengkuyung (menyangga) umat harus nderek (ikut) ulama’, agar tugas umaro’ bisa berjalan. Tanpa kedekatan ini, roda pembangunan sulit digerakkan,” tambahnya.
Melalui pendekatan sosial-kultural dan nilai spiritual yang kokoh, Pesantren Shiddiqiyyah menjadi contoh nyata bagaimana lembaga keagamaan bisa memberi kontribusi nyata bagi negara–baik secara moral maupun ekonomi.
Sektor industri hasil tembakau di bawah naungan pesantren ini membuktikan bahwa ekonomi dan spiritualitas bisa berjalan beriringan: untuk mendukung pembangunan bangsa.***




Tinggalkan Balasan