Ketua MPR ungkap kemungkinan RI walk-out dari BoP Gaza setelah silaturahmi tokoh bangsa.
KOSONGSATU.ID—Ketua MPR RI Ahmad Muzani membeberkan hasil pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dan para mantan pemimpin negara yang digelar pada Selasa malam (3/3/2026).
Saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore, 4 Maret 2026, Muzani menyampaikan detail krusial terkait arah baru diplomasi Indonesia di tengah krisis Timur Tengah.
Sinyalemen evaluasi kebijakan luar negeri Indonesia tampak semakin tajam. Salah satu bahasan utama adalah peninjauan ulang keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) Gaza. Evaluasi mendadak ini dipicu oleh manuver dua anggota BoP lainnya, Amerika Serikat dan Israel, yang baru saja melakukan agresi ke Iran.
”Bagi Indonesia, masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden,” tegas Ahmad Muzani (4/3/2026).
“Kita bisa saja, kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama.”
Pernyataan Muzani ini merujuk pada hasil “Silaturahmi Kebangsaan” yang digelar sehari sebelumnya. Pada Selasa malam, 3 Maret 2026, Presiden Prabowo mengumpulkan tokoh-tokoh penting di Istana Merdeka.
Agenda utama acara tersebut adalah membahas dinamika geopolitik global.
Diskusi Akrab Namun Kritis
Acara bersejarah ini dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI K.H. Ma’ruf Amin. Pertemuan ini berhasil menciptakan konsolidasi politik yang kokoh antargenerasi.
Meski isu yang dibahas sangat krusial, Muzani melukiskan suasana yang cair di dalam Istana. “Pertemuan tadi malam saya kira menggambarkan pertemuan yang berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan, sesekali guyon,” katanya.
Lebih lanjut, Muzani menceritakan bagaimana Prabowo dengan rinci memaparkan kondisi dunia. “Presiden menjelaskan detail persoalan yang Beliau pahami tentang perkembangan global. Cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas.”
Kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini seolah sedang menjalani uji kelayakan melalui kritik dan masukan dari para mantan pemimpin. “Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran. Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan dijadikan referensi dalam mengambil keputusan,” urai Muzani.
Rencana walk-out dari forum BoP menandakan protes diplomatik keras terhadap standar ganda Barat. Keputusan strategis ini dipastikan akan memengaruhi masa depan hubungan bilateral RI-AS, namun di sisi lain memperkuat posisi tawar Indonesia di kawasan Timur Tengah.***





Tinggalkan Balasan