​Diskusi Akrab Namun Kritis

​Acara bersejarah ini dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 RI Boediono, serta Wapres ke-13 RI K.H. Ma’ruf Amin. Pertemuan ini berhasil menciptakan konsolidasi politik yang kokoh antargenerasi.

​Meski isu yang dibahas sangat krusial, Muzani melukiskan suasana yang cair di dalam Istana. “Pertemuan tadi malam saya kira menggambarkan pertemuan yang berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan, sesekali guyon,” katanya.

​Lebih lanjut, Muzani menceritakan bagaimana Prabowo dengan rinci memaparkan kondisi dunia. “Presiden menjelaskan detail persoalan yang Beliau pahami tentang perkembangan global. Cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas.”

​Kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini seolah sedang menjalani uji kelayakan melalui kritik dan masukan dari para mantan pemimpin. “Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran. Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan dijadikan referensi dalam mengambil keputusan,” urai Muzani.

​Rencana walk-out dari forum BoP menandakan protes diplomatik keras terhadap standar ganda Barat. Keputusan strategis ini dipastikan akan memengaruhi masa depan hubungan bilateral RI-AS, namun di sisi lain memperkuat posisi tawar Indonesia di kawasan Timur Tengah.***