Meski hujan deras dan peserta hanya delapan orang, OPSHID Palembang tetap menggelar tumpengan dan santunan fakir miskin demi meneladani ajaran sosial Sang Maulana.


KOSONGSATU.ID—Langit Palembang Jumat (20/6) itu mendung sejak pagi. Menjelang siang, hujan turun dengan deras. Namun, cuaca buruk tak menyurutkan semangat delapan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) Kota Palembang untuk menggelar syukuran memperingati hari kelahiran Sang Maulana pada 20 Juni.

Dalam suasana sederhana tapi khidmat, kegiatan berlangsung di kediaman Ketua Yayasan Pelita Semesta (YPS). Rangkaian utamanya berupa doa kautsaran, tumpengan, dan santunan bagi kaum fakir miskin.

“Ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk rasa syukur dan wujud ajaran sosial yang diwariskan Sang Maulana,” ujar Ahmad Nur Cahyono, pengurus bidang media DPD OPSHID Kota Palembang, Jumat (20/6).

Acara tasyakuran atau syukuran Hari Lahir Sang Maulana yang digelar secara minimalis oleh OPSHID Palembang, Sumsel. | Dok. OPSHID Palembang

Acara ini tadinya mau dirancang lebih meriah. Namun, Ketua DPD OPSHID Palembang beserta tiga anggota harus bertolak ke Pelabuhan Ratu untuk berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) yang merupakan program nasional OPSHID FKYME. Selain itu, cuaca yang kurang bersahabat membatasi kehadiran peserta.

Meski demikian, esensi acara tetap berjalan: membentuk karakter pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan Sang Maulana.

Sebagai bagian dari kegiatan sosial, OPSHID menyalurkan satu paket santunan berupa uang tunai sebesar Rp250.000 kepada warga yang membutuhkan.

“Nilainya mungkin tak seberapa, tapi semangat berbagi itulah yang kami pelihara,” kata Ahmad.

Di tengah deras hujan, tumpeng tetap dibelah, doa tetap dipanjatkan, dan semangat pengabdian tetap menyala.***