Megawati menyebut wafatnya Ali Khamenei sebagai kehilangan besar bagi Iran dan menyerukan penyelesaian konflik lewat dialog serta hukum internasional.

KOSONGSATU.ID – Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Pesan itu disampaikan lewat rekaman video yang disiarkan stasiun televisi Iran, Channel One, Jumat, 3 Juli 2026.

“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa, dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” kata Megawati dalam rekaman yang beredar Selasa, 7 Juli 2026.

Khamenei, 86 tahun, memimpin Iran selama 37 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Teheran pada Jumat, 3 Juli 2026, sebelum dibawa dalam rangkaian prosesi ke Qom, Najaf, Karbala, dan dijadwalkan dimakamkan di Mashhad pada Kamis pekan ini.

Mengenang Pertemuan di Teheran

Megawati mengatakan hubungannya dengan Khamenei tidak hanya terbatas pada hubungan diplomatik. Ia mengenang pertemuannya dengan Khamenei saat berkunjung ke Teheran pada 2004, ketika masih menjabat Presiden Republik Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Megawati menyebut Khamenei sebagai tokoh yang mengingatkannya pada perjuangan Presiden pertama RI Sukarno.

“Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno. Yang Mulia Ali Khamenei sejak muda, beliau telah mengenal dan mengagumi serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno,” ujar Megawati.

Megawati juga menggambarkan Khamenei sebagai pemimpin yang memadukan keteguhan politik dan kelembutan seorang ulama. Kesan itu, kata dia, muncul sejak pertemuan langsung keduanya di Iran.

“Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” tuturnya.

Seruan Jalan Damai

Wafatnya Khamenei terjadi di tengah ketegangan kawasan yang belum sepenuhnya mereda. Rangkaian pemakaman juga menjadi momentum politik besar bagi Iran, ketika negara itu menghadapi masa transisi setelah kematian pemimpin tertingginya.

Dalam pesan dukanya, Megawati kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog. Ia menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan menolak penggunaan kekerasan dalam penyelesaian sengketa antarnegara.

“Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,” kata Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Megawati menutup pesannya dengan doa bagi keluarga Khamenei, para pemimpin dan ulama Iran, serta rakyat Iran. Ia berharap rakyat Iran tetap kuat dan bersatu menghadapi masa sulit setelah wafatnya Khamenei.

“Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu,” ujar Megawati.***