Kehadiran Bahlil menjadi sinyal kuat tindak lanjut tawaran investasi strategis yang sempat dibahas di Jakarta pada November 2025. Yordania membuka peluang besar bagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk masuk ke megaproyek pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, dan infrastruktur logistik kawasan.
Di sektor pertahanan, pembicaraan difokuskan pada penguatan kemandirian alat utama sistem senjata (alutsista). Kerja sama pengembangan drone tempur kolaborasi antara TNI dan militer Yordania, yang teknologinya sempat didemonstrasikan akhir tahun lalu, berpotensi didorong menuju tahap produksi bersama.
Di tengah eskalasi krisis Timur Tengah, sinergi pertahanan dan penyelarasan sikap geopolitik kedua negara menjadi krusial, terutama untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di zona rawan.
Kehangatan Diaspora di Tengah Misi Negara
Di balik kaku dan formalnya diplomasi kenegaraan, sisi humanis kunjungan ini terekam saat Presiden tiba di hotel tempatnya menginap di pusat Kota Amman pada pukul 20.29 waktu setempat (WS). Puluhan WNI, barisan mahasiswa, dan anak-anak diaspora Indonesia yang membawa bendera Merah Putih menyambut antusias kedatangan Presiden.
Rasa haru tergambar dari perwakilan mahasiswa Indonesia di Yordania, Firas, Rendi, dan Faruq.
“Senang bisa bertemu langsung dengan Pak Prabowo dan alhamdulillah tadi juga bisa salaman langsung sama beliau. Masyaallah jadi senang alhamdulillah,” ungkap mereka kepada Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.
Pelukan hangat diaspora ini menjadi energi penutup sebelum Presiden Prabowo merampungkan agenda kenegaraannya di Istana Al Husseiniya dan bertolak kembali ke Tanah Air pada sore hari.***




0 Komentar