​Sikap keras Kuba ini sekaligus merespons bocoran laporan The New York Times yang menyebut pemerintahan Trump diam-diam mendesak pelengseran Diaz-Canel karena menolak tunduk pada skenario AS.

​Ancaman Donald Trump justru membakar semangat nasionalisme di Kuba. Meskipun negara tersebut sedang berjuang keluar dari kegelapan akibat embargo energi, Havana membuktikan bahwa kemandirian politik mereka tidak bisa dibeli atau ditekan. Ketegangan ini menunjukkan bahwa blokade ekonomi selama tujuh dekade gagal menundukkan Kuba, dan justru mempertebal garis pertahanan mereka terhadap intervensi asing.***