
“Kami sedang menulis sejarah, bahwa kebersamaan dan gotong royong bisa melahirkan kemenangan nyata,” kata Mulyono, Sekretariat DPP OPSHID FKYME, dikutip dari Opshidmedia, Jumat (18/9).
Target awalnya, tahun ini membangun 90 unit. Tapi antusiasme warga Shiddiqiyyah rupanya melampaui ekspektasi. Hingga pertengahan September tahun ini, sudah tercatat ada 92 rumah gratis bakal dibangun untuk mereka yang membutuhkan.
Dua Jalan, Satu Tujuan
Cerita OPSHID jadi pengingat: masalah perumahan rakyat bukan hanya urusan dana negara yang dikelola pemerintah, tapi juga urusan inisiatif sosial. Pemerintah memang memikul janji politik besar dengan segala kerumitan lahan, izin, dan data. Tapi masyarakat bisa membuktikan bahwa gotong royong, walau sederhana, bisa nyata menghadirkan rumah untuk rakyat.
Dua jalur, dua skala, tapi satu tujuan: memastikan orang kecil punya tempat tinggal layak. Negara lewat program 3 juta rumah, pemuda lewat rumah gotong royong.***



Tinggalkan Balasan