Selain itu, posisi berbaring setelah makan dapat menghambat pengosongan lambung. Normalnya, proses ini memakan waktu dua hingga tiga jam. Jika terhambat, risiko konstipasi atau sembelit meningkat.

Sembelit bukan sekadar persoalan ketidaknyamanan. Jika terjadi berulang, gangguan ini dapat memicu masalah kesehatan lanjutan selama Ramadan.

Atur Waktu Sahur dengan Bijak

Dede menyarankan umat Muslim memberi jeda setidaknya tiga jam sebelum kembali tidur. Dengan begitu, makanan dapat diolah tubuh secara sempurna tanpa gangguan posisi istirahat.

“Dengan menunggu sekitar tiga jam, makanan dapat diolah secara sempurna oleh tubuh,” tegasnya.

Ia menekankan, anjuran ini bukan berarti mengorbankan waktu istirahat sepenuhnya. Pengaturan waktu sahur dan pemilihan menu seimbang menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.

Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Momentum ini juga menjadi kesempatan memperbaiki pola hidup.

Memberi jeda sebelum tidur mungkin terdengar sederhana. Namun langkah kecil itu membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan, tekanan darah, dan kesehatan jangka panjang.***