IRGC luncurkan gelombang ke-88 Operasi Janji Sejati 4 dengan rudal balistik super berat ke Israel — didedikasikan untuk martir Hizbullah dan tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.


KOSONGSATU.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali mengguncang kawasan. Pada Rabu dini hari, 1 April 2026, Iran melancarkan gelombang ke-88 Operasi Janji Sejati 4 dengan sandi operasi “Ya Fatimah al-Zahra” — serangan rudal balistik berskala besar yang menyasar berbagai titik vital di wilayah Israel.

IRGC mendedikasikan serangan ini untuk menghormati para martir Hizbullah Lebanon yang gugur, sekaligus sebagai respons atas tewasnya tiga prajurit TNI dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026.

Rudal Berat Menembus Langit Israel

Dalam operasi ini, IRGC mengerahkan rudal balistik super berat termasuk Emad, Khorramshahr-4, dan Qadr — menggunakan kombinasi bahan bakar padat dan cair untuk memaksimalkan daya jangkau dan presisi. Rudal-rudal tersebut membawa hulu ledak berbobot hingga dua ton.

Rentetan serangan menghujani berbagai kawasan strategis: Tel Aviv, Beersheba, Galilee, Negev, Pangkalan Udara Tel Nof, Arad, hingga tepi selatan Laut Mati. Salah satu sasaran utama adalah lokasi pertemuan komandan Front Dalam Negeri Israel di kawasan Bnei Brak. Sirine peringatan meraung tanpa henti di seluruh penjuru wilayah pendudukan.

Tiga Prajurit TNI yang Memicu Solidaritas

Dedikasi serangan ini tak lepas dari duka Indonesia. Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan: Praka Farizal Rhomadhon (29/3), serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan (30/3). Lima prajurit lain mengalami luka-luka.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.” Israel mengklaim insiden masih dalam penyelidikan dan tidak otomatis merupakan tanggung jawab mereka.

MPR RI mendesak pemerintah mempertimbangkan penarikan seluruh pasukan dari Lebanon, mengingat tidak ada jaminan keselamatan di zona konflik yang kian membara.