Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) luncurkan rudal balistik Haj Qasem dengan akurasi presisi tinggi.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah resmi memasuki babak baru yang jauh lebih mematikan. Pada 18 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan serangan masif menggunakan senjata andalan terbaru mereka.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah konflik ini, Iran secara resmi mendebutkan rudal balistik taktis mematikan yang diberi nama “Haj Qasem”.
Berdasarkan laporan serentak dari jaringan media terverifikasi pada 18 Maret 2026, rudal canggih ini diterjunkan langsung untuk membombardir target-target strategis di wilayah Israel, sekaligus menghantam titik pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Serangan ini menjadi eskalasi drastis dari rangkaian konflik panjang yang memanas sejak pertempuran awal pada Juni 2025.
Senjata mematikan yang dinamai dari mendiang Jenderal Qasem Soleimani ini bukan sekadar roket biasa. Rudal ini secara khusus dirancang dengan teknologi tingkat tinggi untuk memiliki akurasi presisi dan kemampuan luar biasa dalam menembus sistem pertahanan udara modern milik blok Barat.
Pihak otoritas Amerika Serikat dan Israel langsung merespons keras situasi yang kian tak terkendali ini. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 18 Maret 2026, perwakilan otoritas secara terang-terangan menyoroti perubahan eskalasi operasi mereka di kawasan konflik.
”Operasi tersebut awalnya merupakan serangan pendahuluan yang bertujuan menghadapi ancaman dari program nuklir Iran, namun berkembang mencakup upaya perubahan rezim di Iran,” ungkap perwakilan otoritas Amerika Serikat dan Israel, memberikan sinyal bahaya akan perang skala penuh.
Teknologi Mematikan Penembus Pertahanan
Kehadiran rudal Haj Qasem di medan pertempuran secara nyata menciptakan kerentanan baru pada aset militer Israel dan pangkalan AS.
Spesifikasi teknis rudal ini sangat menakutkan bagi pertahanan udara musuh. Haj Qasem merupakan jenis rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat yang terdiri dari dua tahap peluncuran; tahap pertama digunakan untuk percepatan utama, dan tahap kedua berfungsi untuk koreksi akurasi mematikan di udara.
Daya jelajah jangkauan operasionalnya diperkirakan mencapai sekitar 1.400 kilometer. Dengan dimensi panjang 11 meter dan diameter sekitar 1 meter, berat keseluruhan roket canggih ini mencapai 7 hingga 8 ton. Di bagian ujungnya, rudal ini mampu membawa muatan hulu ledak seberat 500 hingga 700 kilogram yang siap meluluhlantakkan segala rintangan.
Keunggulan taktis utama senjata buatan Iran ini terletak pada kendaraan luncur hulu ledak yang bisa bermanuver tajam di tahap akhir. Ditambah lagi, sistem pencari optik dan inframerah yang disematkan membuatnya sepenuhnya kebal terhadap gangguan sinyal atau jamming-resistant. Penggunaan bahan bakar padat memungkinkannya diluncurkan secara sangat cepat dan berpindah lincah melalui jalan darat.





0 Komentar