Kemunculan UFO dan Kontak Balasan

Beberapa hari kemudian, warga melaporkan penampakan benda terbang lonjong, bercahaya putih, seperti telur terbang. Benda itu terlihat mendekati lokasi kemunculan makhluk-makhluk misterius.

Warga melambaikan tangan ke arah UFO—dan mereka membalas lambaian itu.

Setelah itu, benda terbang itu melesat ke langit dari barat ke timur, dan hilang dari pandangan.

Kisah Ini Nyata atau Halusinasi Massal?

Selama hampir dua dekade, peristiwa ini nyaris dilupakan.

Warga dilarang membicarakannya, takut memicu kepanikan. Namun, pada 1976, setelah pensiun, Alwi Alnadad akhirnya membuka suara. Kisahnya lalu ditulis oleh Jacob Salatun dalam buku UFO: Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini (1982).

Salatun sendiri dikenal sebagai tokoh militer dan penerbangan yang serius. Ia mendirikan LAPAN, pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penerbangan, dan dikirim ke Amerika untuk belajar sistem informasi penerbangan.

Ketertarikannya terhadap UFO bukan hal main-main—ia bahkan mendirikan Studi UFO Indonesia (SUFOI).

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pulau Alor?

Peristiwa ini dikenal dunia internasional sebagai Alor UFO Incident 1959. Di kalangan peneliti UFO, ini dikategorikan sebagai Close Encounters of the Fifth Kind—kontak langsung dengan makhluk non-Bumi secara sadar atau metafisik.

Apakah benar Indonesia pernah jadi lokasi “kontak langsung” dengan alien, jauh sebelum istilah UFO populer? Atau ini hanya ilusi massal dari masyarakat pedesaan yang belum terjamah teknologi?

Sampai hari ini, tak ada jawaban pasti. Tapi dokumen, kesaksian, dan catatan militer tetap ada. Pertanyaannya tinggal satu: siapkah kita menerima kenyataan bahwa mungkin kita tidak sendiri di alam semesta ini?***