Pada Juli 1959, polisi di Alor, NTT menembaki alien berkulit merah yang muncul di ladang petani. Tapi peluru tak mempan. Insiden UFO ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Indonesia.
KOSONGSATU.ID—Bayangkan ini: sekelompok polisi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menembakkan peluru ke arah makhluk aneh berkulit merah, tinggi 180 cm, berambut putih, mengenakan seragam biru tua—tapi pelurunya tak mempan. Tak satu pun makhluk itu terluka.
Kedengarannya seperti adegan film fiksi ilmiah? Tapi kejadian ini dilaporkan benar-benar terjadi, di Pulau Alor dan Pantar, pada bulan Juli 1959.
Dan lebih dari itu: peristiwa ini bukan sekadar kisah rakyat, tetapi dicatat dalam laporan resmi kepolisian, dan ditulis oleh Marsekal Muda TNI (Purn.) Jacob Salatun, tokoh penting penerbangan nasional dan pendiri LAPAN.

Makhluk Aneh Muncul di Ladang Petani
Awalnya, penduduk Alor digemparkan oleh kemunculan sosok misterius di ladang petani. Tingginya sekitar 1,8 meter, berkulit kemerahan, dan memakai pakaian serba biru gelap dengan sepatu boot seperti tentara.
Mereka disebut membawa tongkat silinder metalik yang diselipkan di ikat pinggang.
Warga yang menyaksikan kejadian ini melapor ke kepala polisi setempat, Alwi Alnadad. Meski awalnya tak percaya, Alwi tetap memimpin penyelidikan ke lokasi.
Yang mereka temukan sungguh di luar nalar.
Dipanah Tak Mempan, Dikepung Tapi Menghilang
Warga setempat mencoba menyerang makhluk tersebut dengan panah. Tapi, tak satu pun melukai mereka.
Makhluk-makhluk itu justru melompat tinggi, lalu berlari ke hutan dan menghilang—padahal penduduk sangat mengenal wilayah tersebut.

Keesokan harinya, mereka muncul lagi. Kali ini di sisi selatan Pulau Alor, dan bahkan membuka jendela rumah warga di malam hari.
Ketakutan menyebar. Tak ada yang berani keluar rumah saat malam tiba.
Penculikan Aneh dan Alat Seperti Jam Ajaib
Laporan makin aneh ketika seorang pria mengaku lumpuh setelah salah satu makhluk mengacungkan tongkat metal ke arahnya.
Dia melihat alat elips mirip jam dari makhluk itu yang menunjukkan pemandangan tak masuk akal—padang yang tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya.
Seorang anak berusia enam tahun juga dilaporkan sempat “diculik”, lalu ditemukan di ladang dalam keadaan bingung dan ketakutan. Ia mengaku telah diperiksa secara medis dan diberi makanan yang tidak dikenalinya.
Polisi Dikerahkan, Peluru Tidak Mempan
Melihat kepanikan warga, polisi di bawah komando Alwi Alnadad akhirnya turun tangan secara besar-besaran. Mereka membawa senjata berat seperti Bren dan Thompson, siap menangkap makhluk itu—hidup atau mati.
Pada malam hari, makhluk-makhluk itu muncul di jarak hanya 13 meter dari aparat. Polisi menembakkan peluru dari segala arah. Tapi tak satu pun makhluk itu jatuh.
Tak ada darah. Tak ada luka. Hanya pohon-pohon yang roboh dan jejak kaki yang berakhir secara misterius di tengah hutan.




Tinggalkan Balasan