Buku ini menempatkan Indonesia sebagai pusat baru kebangkitan Islam dunia.


KOSONGSATU.ID – Selama ini, narasi kejayaan Islam selalu identik dengan Timur Tengah. Namun, buku Indonesia Titik Tolak Kejayaan Islam dan Kebangkitan Tasawuf Dunia: Berdasar Nubuat Kitab Suci & Manuskrip Kuno Nusantara hadir dengan perspektif yang berani dan menyegarkan.

Penulis mengajak kita melihat Nusantara bukan lagi sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai pusat gravitasi baru bagi spiritualitas global.

Bongal: Saksi Bisu Islam yang Merakyat

Buku ini membuka cakrawala kita melalui temuan di Situs Bongal, Tapanuli Tengah. Arkeolog menemukan koin Dinasti Umayyah, keramik Persia, hingga kaca Suriah yang membuktikan bahwa Islam sudah menjejak di pesisir barat Sumatera sejak abad ke-7 hingga ke-10.

Temuan ini mematahkan teori bahwa Islam masuk hanya melalui penaklukan atau otoritas kerajaan besar di abad ke-13. Sebaliknya, Islam hadir dengan halus melalui “pintu belakang”—lewat perdagangan, pernikahan, dan hubungan antarmanusia yang setara. Inilah akar mengapa Islam di Nusantara tumbuh menjadi agama yang inklusif dan tidak asing bagi jiwa lokal.

Buku Indonesia Titik Tolak Kejayaan Islam dan Kebangkitan Tasawuf Dunia: Berdasar Nubuat Kitab Suci & Manuskrip Kuno Nusantara, karya Ren Muhammad, terbitan Pustaka IIMaN, Februari 2026. – Dok. Pustaka IIMaN

Indonesia sebagai Imam Perdamaian Dunia

Salah satu poin paling krusial dan visioner dalam buku ini adalah pengangkatan pemikiran Syech Muchtarullahil Mujtaba Mu’thi, mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Kiai Tar, sapaan akrabnya, menegaskan sebuah pesan optimisme yang kuat: Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Pernyataan ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah analisis spiritual atas karakter bangsa.

Kiai Tar melihat bahwa Indonesia memiliki “gen” perdamaian yang unik—kemampuan untuk menyatukan keragaman tanpa menghilangkan jati diri. Di saat belahan dunia lain terjebak dalam konflik dan kekerasan, Indonesia menawarkan model Islam yang santun, moderat, dan penuh kasih (Tasawuf). Kekuatan spiritual inilah yang diyakini akan memimpin dunia menuju era baru yang lebih damai.

Jejak “Orang Jawi” dan Disiplin Spiritual

Buku ini juga menyertakan data autentik dari catatan orientalis Johann Ludwig Burckhardt (1814 M). Ia merekam kekagumannya pada “Orang Jawi” di Makkah yang dikenal sangat disiplin, taat, dan memiliki karakter yang tenang.