
“Ya Allah, kalau memang rumah saya ini terpilih untuk dibangun, maka ini karena berkah saya merawat anak yatim,” tutur Sanusi penuh haru, Kamis (25/9).
Doa itu kini terjawab. Rumah Sanusi termasuk dalam program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina (RSLHSFM), sebuah megaproyek gotong royong nasional yang digerakkan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).
Program ini dilaksanakan serentak di 17 provinsi dengan target membangun 97 rumah gratis. Tujuannya sederhana: menghadirkan hunian layak bagi warga miskin lewat semangat kebersamaan dan solidaritas. Beberapa daerah bahkan mencatat capaian mencengangkan. Seperti Bojonegoro yang mampu menyelesaikan rumah sampai tahap atap hanya dalam enam hari.

Rumah Sanusi di Cidodol menjadi salah satu penerima manfaat proyek besar ini. Bagi keluarga buruh jahit ini, kabar tersebut adalah keajaiban. Putri sulungnya memang sempat membantu merapikan rumah seadanya, tapi kondisi bangunan tetap jauh dari nyaman. Bocor, lapuk, dan rawan rubuh.
“Kami berharap kita bisa saling mendukung program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina dengan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama.Untuk Indonesia Raya,” kata Panca, Humas DPD OPSHID Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (27/9).
Lewat gotong royong OPSHID, rumah itu kini akan berdiri kokoh. Sanusi hanya bisa bersyukur. “Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.***




Tinggalkan Balasan