Sanusi, buruh jahit di Cidodol, Jakarta Selatan, ikhlas merawat anak yatim sejak bayi. Kini rumah reyotnya jadi bagian megaproyek nasional OPSHID: 97 Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina.
KOSONGSATU.ID—Di lorong kecil kawasan Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berdiri rumah sederhana milik Sanusi (59). Bangunannya rapuh. Atapnya rawan rubuh, sebagian dinding hanya dari triplek.
Di rumah itulah Sanusi menjalani hari-harinya bersama sang istri, buruh jahit konfeksi. Mereka membesarkan dua anak perempuan. Putri sulung sudah menikah dan tinggal di luar, sementara anak kedua yang berusia 27 tahun adalah penyandang tunarungu sekaligus tunawicara.
Namun, beban keluarga ini tak berhenti di situ. Sejak 12 tahun lalu, Sanusi dan istrinya merawat seorang anak yatim. Kisahnya bermula dari adik istrinya di kampung yang dililit kemiskinan hingga berniat menjual bayi laki-lakinya. Sanusi tak kuasa. Ia mantap merawat bayi itu meski kondisi keluarganya sendiri pas-pasan. Kini bocah tersebut sudah tumbuh menjadi anak SMP.



Tinggalkan Balasan