Ahli matematika ITB menguji asal ribuan kayu hanyut lewat analisis massa jenis dan volume.
KOSONGSATU.ID—Kayu gelondongan yang terseret banjir bandang di Tapanuli dan Padang memicu perdebatan soal dugaan pembalakan liar. Video viral tumpukan batang kayu tanpa dahan itu ditanggapi ahli matematika lulusan ITB, Alif Towew, melalui analisis fisika di akun Instagramnya.
“Katanya Kemenhut sebut kayu gelondongan itu bukan hasil pembalakan liar, tapi tumbang alami. Betulkah? Yuk kita hitung bareng,” kata Alif dalam videonya, dikutip Senin (1/12/2025).
Ia memulai dengan prinsip massa jenis. Menurutnya, kayu lama yang sudah ditebang cenderung lebih ringan karena kadar airnya menurun sehingga mengapung tinggi. Kayu baru tumbang masih basah dan cenderung tenggelam.
Dari pengamatan visual, Alif menyebut banyak kayu tampak terapung tinggi. Kayu juga terlihat bersih, seragam, dan tanpa dahan. Kulitnya terkelupas. “Kemungkinan ini tidak alami,” ujarnya.
Perhitungan Volume Hutan
Alif membuat estimasi kasar: sekitar 3.000 batang, diameter rata-rata 70 sentimeter dan panjang 4 meter. Total volumenya sekitar 4.620 meter kubik.
Dengan acuan hutan sekunder berisi 80–200 pohon per hektare, ia memperkirakan luas hutan yang harus hilang berada pada rentang 57 hingga 231 hektare. “Ini setara 80 lapangan sepak bola. Apakah ada longsoran seluas itu yang membuat 3.000 pohon hanyut sekaligus?” ujarnya.
Ia menegaskan hitungan ini untuk memberi perspektif, bukan menyimpulkan penyebab.
Kemenhut Tetap Bantah Illegal Logging
Kementerian Kehutanan menyampaikan penjelasan berbeda. Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa sebagian besar kayu yang terseret banjir berasal dari pohon lapuk tua atau tumbang alami.
“Kayu yang terbawa banjir sebagian besar merupakan kayu lapuk tua atau tumbang alami. Ini hasil analisis kami dan laporan dari wakil menteri,” kata Dwi di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Ia menambahkan sebagian lain berasal dari penebangan legal dalam area perizinan yang masih aktif. “Di area penambangan, kayu berasal dari pohon alami dan penebangan mengikuti izin,” katanya.
Perbedaan antara hitungan lapangan dan keterangan resmi pemerintah mendorong desakan publik agar investigasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan sumber kayu gelondongan yang memenuhi aliran banjir Sumatra.***




Tinggalkan Balasan