Dukungan terhadap Iran mengalir dari berbagai penjuru dunia. Seorang filsuf Rusia mengaku takjub pada keteguhan bangsa Iran, sementara ulama Malaysia menilai pemimpin tertinggi yang gugur sebagai pembela martabat Islam.
KOSONGSATU.ID—Filsuf Rusia Alexander Dugin menyatakan kekagumannya terhadap keteguhan bangsa Iran dalam menghadapi 13 hari serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataannya, Jumat (13/3/2026), Dugin menyinggung perlawanan bangsa dan Republik Islam menghadapi agresi militer AS dan rezim Zionis.
“Saya takjub dengan kemampuan rakyat dan pemerintah Iran dalam membela kedaulatannya,” ujarnya, seperti dikutip Pars Today.
Dugin tegas mengecam agresi militer Amerika dan Israel. Ia menyatakan solidaritas mendalam dengan rakyat Iran, terutama atas gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, rakyat biasa, anak-anak, serta pejabat politik, militer, dan ilmuwan dalam serangan ini.

Filsuf Rusia itu menegaskan bahwa agresi Amerika dan Israel terhadap Iran sepenuhnya ilegal dan bertentangan dengan aturan internasional. “Karenanya, Presiden Rusia mengecamnya dan menyampaikan solidaritasnya dengan rakyat Iran,” jelasnya.
Dugin secara khusus menyoroti serangan yang menewaskan siswi sekolah di Minab. “Pembantaian siswi sekolah Minab Iran dalam serangan Amerika dan Israel benar-benar aksi biadab, tidak berperikemanusiaan, dan termasuk kejahatan perang yang hanya bisa dilakukan ‘peradaban Epstein’,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa semua pihak yang menutup mata dari serangan Amerika dan Israel terhadap Iran, pada hakikatnya menandatangani persekutuan dengan setan. “Inilah ‘Setan Besar’,” ujarnya merujuk pada julukan yang kerap disematkan pada AS.
Dugin menegaskan bahwa saat ini Iran dan Rusia berada dalam satu front. Pernyataan ini memperkuat sinyal solidaritas Moskow terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Ulama Malaysia: Syahid Imam Khamenei Pembela Martabat Dunia Islam
Di sisi lain, seorang ulama dan aktivis Muslim Malaysia menilai Imam Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang gugur, sebagai “suara perlawanan” dan pembela martabat dunia Islam.




Tinggalkan Balasan