Empat pelajar Indonesia mengharumkan nama bangsa di Olimpiade Kimia Internasional ke-57 di Dubai. Mereka sukses membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu dari 90 negara peserta.
KOSONGSATU.ID—Empat pelajar Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Dalam International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 5–14 Juli 2025, mereka sukses membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu.
Sebuah capaian yang tidak hanya membuktikan kualitas anak bangsa, tetapi juga semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan global.
Keempat siswa ini merupakan duta resmi Indonesia yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Mereka telah melalui proses seleksi ketat dan pembinaan intensif sebelum tampil mewakili Merah Putih.
Dua medali perak disumbangkan oleh Muhammad Clerisyad Atthahirzi dari SMA Al Wafi IBS Bogor dan Sultan El Shirazy dari SMA Negeri 17 Palembang. Sementara dua perunggu diraih oleh Darren Mikael Chauhari dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta dan Bramantyo Abimanyu dari SMA Labschool Kebayoran Jakarta.
“Delegasi ini adalah tim pertama yang berangkat ke ajang internasional tahun ini. Selamat kepada adik-adik atas torehan prestasi luar biasa ini,” ujar Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (19/7).
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari pembinaan yang matang dan kerja keras para siswa serta pendamping.
Tak kalah bangga, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puspresnas, Abdullah Faiz, menyambut langsung kepulangan tim di Bandara Soekarno-Hatta. “Prestasi ini sangat membanggakan. Terima kasih karena telah membawa nama baik Indonesia di mata dunia,” ujarnya hangat.
Sepanjang kompetisi, para siswa mendapat bimbingan langsung dari tim pembina Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri.
Deana, selaku koordinator pembina, mengakui persaingan di IChO tahun ini sangat ketat. Namun, ia bangga karena para peserta Indonesia tetap bisa bersaing dengan layak di tengah tekanan yang besar.
“Alhamdulillah, anak-anak tampil maksimal. Soal-soalnya berat, tapi mereka bisa melewatinya dengan baik. Semoga tahun-tahun mendatang bisa meraih hasil lebih tinggi lagi,” ucapnya.
Bagi Clerisyad dari Bogor, medali perak adalah hasil dari perjuangan panjang dan latihan keras. “Soalnya benar-benar menantang. Tapi dari pembinaan sampai lomba, saya belajar banyak hal. Rasanya luar biasa bisa dapat perak,” tuturnya, penuh rasa syukur.
Sementara itu, Sultan El Shirazy juga mengungkapkan kegembiraannya, meski medali emas belum tercapai. “Tahun lalu saya bawa pulang perunggu. Sekarang perak. Saya tetap senang karena bisa naik level dan mengharumkan nama sekolah dan negara,” ujar siswa asal Palembang itu.
International Chemistry Olympiad adalah ajang paling bergengsi untuk siswa sekolah menengah di bidang kimia. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh 354 peserta dari 90 negara.
Indonesia kembali menegaskan eksistensinya, tak hanya melalui medali, tetapi juga lewat kerja keras dan semangat para generasi muda yang terus tumbuh dengan prestasi.***




Tinggalkan Balasan