“Pasokan global tetap memadai, namun risiko geopolitik masih dapat memicu volatilitas mendadak,” tulis IEA dalam laporan resminya Januari 2026.
Stabilnya harga BBM bersubsidi dinilai membantu menjaga tekanan inflasi domestik tetap terkendali, terutama pada komponen transportasi dan distribusi barang.
The Fed: Suku Bunga Masih Ketat
Meski indikator harga energi dan emas relatif stabil, sinyal kehati-hatian datang dari otoritas moneter Amerika Serikat.
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dalam konferensi pers Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Januari 2026 menyatakan bahwa inflasi belum sepenuhnya kembali ke target 2 persen.
“Kami masih perlu melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target,” kata Powell dalam konferensi pers yang disiarkan Federal Reserve dan dilaporkan Reuters.
Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap berada pada posisi ketat dan pasar tidak boleh terlalu cepat berspekulasi mengenai penurunan suku bunga.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar global karena suku bunga tinggi berdampak langsung terhadap arus modal, nilai tukar, dan pergerakan komoditas seperti emas.
IMF: Pertumbuhan Moderat dan Tidak Merata
Sinyal kewaspadaan juga disampaikan Kristalina Georgieva, Managing Director International Monetary Fund (IMF), dalam peluncuran World Economic Outlook Update Januari 2026 di Washington DC.
Georgieva menyatakan bahwa ekonomi global memang menunjukkan ketahanan, namun pertumbuhan tetap moderat dan tidak merata.
“Risiko fragmentasi perdagangan, ketegangan geopolitik, dan tingginya beban utang tetap menjadi tantangan utama,” ujar Georgieva dalam keterangan pers IMF Januari 2026.
IMF menilai kebijakan proteksionisme dan gangguan rantai pasok dapat kembali mengganggu stabilitas ekonomi global jika tidak dikelola dengan hati-hati.
WEF: Risiko Geoekonomi Meningkat
Dalam peluncuran Global Risks Report 2026 Januari lalu, Managing Director World Economic Forum, Saadia Zahidi, menekankan bahwa konfrontasi geoekonomi menjadi salah satu risiko terbesar dua tahun ke depan.





1 Komentar