Polres Kediri bersama Situs Ndalem Pojok meluncurkan Binlat Jati Diri Bangsa Gelombang II (22/2/2026). Program “Pendidikan Rasa” di rumah masa kecil Bung Karno ini jadi pilot project nasional.
KOSONGSATU.ID – Di tengah gempuran degradasi moral dan memudarnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, sebuah langkah konkret lahir dari tanah bersejarah Kediri.
Polres Kediri, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dan Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, secara konsisten menggulirkan program Pembinaan dan Pelatihan (Binlat) Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa.
Program yang menjadi pilot project nasional ini tidak sekadar memberikan materi teori, melainkan menggunakan metode “Pendidikan Rasa” yang menggabungkan aspek spiritual, intelektual, dan kultural.
Membangun Lingkungan Positif
Puncak dari rangkaian kegiatan ini terlihat pada pembukaan Binlat Jati Diri Bangsa Gelombang II yang berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026. Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, yang hadir langsung di lokasi, menekankan pentingnya ekosistem pergaulan dalam membentuk masa depan remaja.
”Pembentukan karakter tidak bisa instan. Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter yang baik pula,” ujar AKBP Bramastyo Priaji dalam sambutannya di hadapan para peserta (22/02/2026).
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kepolisian kini tidak hanya berperan dalam penegakan hukum (represif), tetapi juga masuk ke akar masalah sosial melalui langkah preventif-edukatif.
Kolaborasi Lintas Sektor
Situs Ndalem Pojok, yang diyakini sebagai rumah masa kecil Sang Proklamator, dipilih sebagai pusat laboratorium ini untuk menyerap nilai-nilai patriotisme langsung dari sumbernya. RM. W.T. Suhardono, S.E., selaku Ketua Pengelola Situs, menyambut baik keterlibatan aktif kepolisian.
”Kehadiran Polres Kediri menjadi energi positif bagi peserta. Kami berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang lahir dari tempat ini bisa terus hidup dan menginspirasi generasi muda,” ungkapnya (Sumber: AsatuNews, 22/02/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Soekarno, menambahkan bahwa pendidikan jati diri haruslah holistik. Menurutnya, intelektual tanpa spiritual akan kehilangan arah dan nilai moral (Sumber: SuaraJatimPost, 31/12/2025).
Dampak Nyata dan Harapan ke Depan
Dari sisi pemerintah daerah, Wawan Sugiraharjo, Kabid Ketahanan Bakesbangpol Kab. Kediri, menegaskan bahwa Binlat ini adalah solusi nyata dalam membimbing generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045 (Sumber: Sinar Pos, 25/01/2026).
Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada. AKP Agus, Kapolsek Wates, mencatat bahwa kasus kenakalan remaja seperti miras dan tawuran masih menjadi atensi. Ia berharap ke depannya program ini bisa lebih spesifik menyasar remaja yang sudah terlanjur terpapar masalah hukum agar mendapatkan rehabilitasi karakter (Sumber: RRI Kediri, 31/12/2025).
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa program ini mulai memberikan dampak pada transformasi perilaku peserta. Dengan menyentuh aspek “kesadaran rasa” melalui storytelling sejarah, para pemuda tidak hanya mengenal pahlawannya, tetapi mulai menemukan orientasi hidup yang lebih jelas. Program ini diproyeksikan menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya memperkuat ketahanan sosial dan jati diri bangsa.***





Tinggalkan Balasan