Menembus Basis Konservatif

Fenomena menarik dari gelombang protes kali ini adalah meluasnya partisipasi ke wilayah-wilayah yang secara tradisional menjadi basis Partai Republik. Dari total aksi, 66 persen terjadi di luar area metropolitan.

Di Arizona, negara bagian yang memilih Republik pada pemilu 2024, penyelenggara mengonfirmasi lebih dari 70 aksi protes terjadwal di seluruh negara bagian.

Meagan O’Connor, organizer Mesa Valley Indivisible, menyoroti ketimpangan kebijakan. “Sementara warga Arizona kesulitan membayar sewa dan kebutuhan pangan, pemerintahan ini justru menggelontorkan miliaran dolar untuk penggerebekan ICE dan pemotongan pajak miliarder. Itu bukan pemerintahan yang bekerja untuk kita,” tegasnya.

Co-Executive Director Indivisible Project, Leah Greenberg, menyoroti lonjakan partisipasi di daerah pedesaan. “Angka ini naik hampir 40 persen dari Hari Aksi ‘No Kings’ pertama pada Juni lalu. Kita melihat perlawanan yang kuat tepat di halaman belakang para pemimpin Republik,” jelasnya.

New York hingga San Francisco: Protes Serentak di Kota Besar

Di New York City, aksi protes berlangsung di kelima borough (Bronx, Brooklyn, Manhattan, Queens, dan Staten Island). Di Manhattan, puluhan ribu demonstran berbaris di sepanjang Seventh Avenue sejauh lebih dari 10 blok, membawa spanduk bertuliskan “No ICE,” “No Kings,” dan “No Wars”.

Aktor Robert De Niro, salah satu penyelenggara, menyatakan bahwa tidak ada presiden AS sebelum Trump yang pernah menimbulkan “ancaman eksistensial terhadap kebebasan dan keamanan kita”.

Di Washington DC, massa berkumpul di Lincoln Memorial dan berbaris menuju National Mall dengan spanduk bertuliskan “Regime change begins at home” dan “Defend Our Constitution”.

Sementara di California, ribuan demonstran berkumpul di Ocean Beach, San Francisco, membentuk spanduk manusia raksasa.

Ketegangan di Los Angeles dan Florida

Di Los Angeles, aksi protes yang awalnya damai berujung bentrok. Departemen Kepolisian Los Angeles menyatakan Siaga Taktis pada Sabtu malam. Polisi melepaskan gas air mata dan menangkap sejumlah orang yang menolak membubarkan diri setelah dinyatakan sebagai pertemuan ilegal.

Sementara di West Palm Beach, Florida, sekitar 50 pendukung Trump yang mengenakan topi dan atribut “Proud Boys” terlibat adu mulut dengan demonstran “No Kings”. Polisi kemudian memisahkan kedua kubu.