​Pencairan Lebih Awal dan Penolakan Impor

​Selain menuntut penghapusan pajak, massa buruh mendesak percepatan pencairan THR. Mereka meminta THR dibayarkan maksimal H-21 sebelum Lebaran.

Tuntutan ini jauh lebih cepat dibandingkan tenggat waktu wajib pemerintah yang biasanya jatuh pada H-7. Pencairan lebih awal dianggap krusial agar pekerja bisa membeli tiket mudik sebelum harga melonjak drastis.

​Isu geopolitik juga turut disuarakan oleh para demonstran. Buruh mendesak pemerintah mengantisipasi ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Ancaman ini muncul akibat eskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Di saat yang sama, buruh menolak tegas rencana pemerintah mengimpor 105.000 unit mobil pikap dari India. Kendaraan untuk Koperasi Desa Merah Putih oleh PT Agrinas Pangan Nusantara itu dikhawatirkan membunuh industri otomotif domestik.

​Aksi massa di sepanjang Jalan Gatot Subroto dan kawasan Kuningan ini memicu kemacetan lalu lintas yang signifikan. Pemerintah didesak segera merilis Surat Edaran spesifik terkait pencairan THR 2026. Jika tuntutan ini diabaikan, gelombang protes lanjutan berpotensi kembali terjadi. ***