​Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut pengembangan N219 merupakan upaya menyiapkan teknologi kedirgantaraan nasional. Pesawat hasil kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia ini memiliki teknologi lepas landas dan mendarat jarak pendek agar bisa beroperasi di landasan terbatas.

​”Menjawab visi ambulans terbang dan logistik medis masa depan, BRIN bersandar pada keunggulan teknologi kedirgantaraan nasional. Kami mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya,” kata Arif.

​Untuk mendukung misi strategis, BRIN turut mengembangkan pesawat nirawak berdaya jelajah tinggi. “Platform nirawak ini memberikan sistem yang mandiri dan andal untuk berbagai misi kritis, dari pemantauan taktis hingga proyeksi logistik darurat pada masa depan,” ujarnya.

​Akses Kesehatan Wilayah 3T

​Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya menciptakan layanan ambulans udara dan tim dokter terbang guna mengatasi sulitnya akses medis kawasan 3T. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

​Terobosan tersebut lahir dari tingginya angka kematian ibu melahirkan akibat buruknya infrastruktur di sejumlah daerah. Ibu hamil kerap menempuh perjalanan darat yang rusak hingga sembilan jam sebelum mencapai fasilitas medis terdekat.

​”Untuk itu, kita akan membuat ambulans udara dengan helikopter atau pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput atau pasir, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” kata Prabowo.***