Kematian bos kartel El Mencho picu gelombang teror di Meksiko! 45 WNI di Jalisco terjebak situasi mencekam. Simak laporan terkini dan peringatan resmi Kemenlu RI di sini.
KOSONGSATU.ID–Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, pemimpin tertinggi kelompok kriminal paling ditakuti Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG), dilaporkan tewas usai baku tembak sengit dengan Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko.
Kematian buronan nomor wahid Amerika Serikat dengan nilai sayembara USD 15 juta ini seketika memicu gelombang teror balasan yang melumpuhkan aktivitas publik dan ekonomi di sedikitnya enam negara bagian Meksiko sejak Minggu (22/2/2026).
Berdasarkan laporan terkini, penggerebekan yang didasarkan pada informasi intelijen tersebut dilancarkan di tempat persembunyian El Mencho di Kota Tapalpa, Jalisco. El Mencho mengalami luka parah dalam baku tembak taktis tersebut dan mengembuskan napas terakhir saat dievakuasi menuju rumah sakit di Mexico City.
Gelombang Teror Melumpuhkan Meksiko
Kematian sang bos besar memicu reaksi instan dari faksi bersenjata CJNG. Mulai Senin (23/2), anggota kartel melancarkan aksi terorisme narkotika (narcoterrorism) yang terorganisasi. Kekerasan menyebar dengan cepat dari Jalisco, yang menjadi episentrum konflik, menuju negara bagian tetangga, yakni Nayarit, Michoacan, Zacatecas, Guanajuato, dan Colima.
Kartel secara sporadis membakar fasilitas umum, menghancurkan kendaraan, dan mendirikan blokade di jalan-jalan utama. Skala kekacauan ini memaksa sejumlah maskapai internasional dari Amerika Serikat dan Kanada membatalkan penerbangan menuju bandara utama di Guadalajara dan Puerto Vallarta.
Hingga Selasa (24/2), bentrokan bersenjata ini telah menelan setidaknya 73 korban jiwa, yang mencakup minimal 30 anggota kartel dan 25 personel militer serta penegak hukum.
Status 45 Warga Negara Indonesia (WNI)
Di tengah kelumpuhan Jalisco, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dan KBRI Mexico City bergerak cepat memetakan keselamatan warganya. Tercatat ada 45 WNI yang bermukim di Jalisco. Semuanya dilaporkan dalam kondisi aman namun dilarang keras beraktivitas di luar rumah atau wajib mematuhi protokol shelter-in-place.
“Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniwan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” jelas Heni Hamidah, Plt. Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI.
Menyikapi eskalasi yang diproyeksikan masih akan berlanjut akibat ancaman kekosongan kekuasaan di tubuh kartel, Kemenlu RI secara resmi mengeluarkan peringatan perjalanan.
“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif. Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan,” tegas Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.
Saat ini, otoritas keamanan RI dan KBRI mempertahankan jalur komunikasi 24 jam untuk memitigasi jika evakuasi darurat (ekstraksi) tiba-tiba diperlukan. Bagi keluarga di Tanah Air yang membutuhkan informasi, Kemenlu membuka Kontak Darurat Nasional melalui KBRI Mexico City di +52 1 556 2985 506 dan Direktorat Perlindungan WNI di +62 812-9007-0027. ***





Tinggalkan Balasan