Target Sistematis pada Dunia Pendidikan

Ini bukan insiden pertama. Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Saraf, mengungkapkan bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena dampak serangan AS-Israel sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.

Target lainnya termasuk Pusat Penelitian Laser dan Plasma di Universitas Shahid Beheshti, Institut Pasteur cabang Teheran, serta Universitas Sains dan Teknologi Teheran yang mengembangkan satelit domestik.

Respons Dunia dan Eskalasi Balasan

Seorang anggota Kongres AS, Yassamin Ansari, mengkritik keras serangan tersebut. Ia menyoroti ironi menghancurkan universitas yang telah melahirkan banyak insinyur yang justru berkarier di Silicon Valley dan mendirikan perusahaan teknologi AS.

Iran merespons cepat. Pada Selasa dini hari, empat gelombang rudal diluncurkan ke Israel. Kota Haifa dilaporkan terkena dampak langsung, dengan dua jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump memberi ultimatum hingga Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka penuh.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!” tulis Trump di Truth Social.***