Universitas Teknologi Sharif di Teheran hancur sebagian. Kampus elite itu disebut sebagai kebanggaan ilmu pengetahuan Iran. Jumlah universitas yang diserang sejak perang pecah mencapai 30.
KOSONGSATU.ID – Babak baru perang di Timur Tengah kini menyasar pusat ilmu pengetahuan. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan membom Universitas Teknologi Sharif di Teheran, Senin (6/4/2026).
Kampus elite ini sering dijuluki sebagai “MIT-nya Iran” . Ia adalah institusi sains dan teknik paling bergengsi di negara itu, tempat para ilmuwan dan insinyur unggulan dilahirkan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi serangan itu melalui media sosial. Ia menulis bahwa “penjajah AS-Israel” telah mengebom universitas tersebut.
“1.400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa bahkan jika pengetahuan berada di gugus bintang Pleiades yang jauh, orang Iran akan mampu mencapainya. Para penjajah akan melihat kekuatan kami,” tulis Araghchi di akun X resminya.
Israeli-U.S. aggressors have bombed the MIT of Iran. This follows attacks on other universities.
1,400 years ago, Prophet Muhammad (PBUH) said that even if knowledge was situated in the distant Pleiades, Iranians would be capable of attaining it.
Aggressors will see our might. pic.twitter.com/Dn3hSCaBNv
— Seyed Abbas Araghchi (@araghchi) April 6, 2026
Bukan Hanya Universitas, Permukiman Juga Hancur
Serangan hari Senin itu tergolong masif. Sedikitnya 34 orang tewas, termasuk enam anak-anak. Korban tersebar di sejumlah kota.
- Kabupaten Baharestan, Teheran: 23 tewas, termasuk empat anak perempuan dan dua anak laki-laki di bawah 10 tahun.
- Kota Qom: Lima orang tewas di sebuah bangunan residensial .
- Bandar-e Lengeh: Enam orang tewas di selatan Iran.
Selain Sharif, serangan juga menghantam kawasan permukiman, fasilitas bensin, hingga infrastruktur jalan dan jembatan di belasan kota seperti Isfahan, Shiraz, dan Karaj.
Bom Penghancur Bunker dan Hancurnya Masjid Kampus
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menuduh AS menggunakan bom penghancur bunker (bunker buster) untuk menyerang universitas tersebut.
“Serangan bom penghancur bunker di Universitas Sharif adalah simbol kegilaan dan ketidaktahuan Trump,” kata Aref di X.
“Dia gagal memahami bahwa pengetahuan Iran tidak tertanam dalam beton untuk dihancurkan oleh bom; benteng sejati adalah kemauan para profesor dan elite kita,” tegasnya.
Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa masjid kampus dan sejumlah laboratorium mengalami kerusakan parah. Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan bahwa serangan menyasar pusat data kampus yang menopang platform kecerdasan buatan (AI) Iran.
Target Sistematis pada Dunia Pendidikan
Ini bukan insiden pertama. Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Saraf, mengungkapkan bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena dampak serangan AS-Israel sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.
Target lainnya termasuk Pusat Penelitian Laser dan Plasma di Universitas Shahid Beheshti, Institut Pasteur cabang Teheran, serta Universitas Sains dan Teknologi Teheran yang mengembangkan satelit domestik.
Respons Dunia dan Eskalasi Balasan
Seorang anggota Kongres AS, Yassamin Ansari, mengkritik keras serangan tersebut. Ia menyoroti ironi menghancurkan universitas yang telah melahirkan banyak insinyur yang justru berkarier di Silicon Valley dan mendirikan perusahaan teknologi AS.
Iran merespons cepat. Pada Selasa dini hari, empat gelombang rudal diluncurkan ke Israel. Kota Haifa dilaporkan terkena dampak langsung, dengan dua jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan.
Sementara itu, Presiden Donald Trump memberi ultimatum hingga Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka penuh.
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!” tulis Trump di Truth Social.***






0 Komentar