Krisis energi mengintai. Presiden siapkan skenario darurat. Yang diperlukan kini: eksekusi cepat dan keteladanan.
Oleh: Fajar Anugerah | Penulis KosongSatuID
Krisis energi global bukan lagi skenario fiksi. Konflik berkepanjangan di Eropa dan Timur Tengah telah menciptakan gelombang kejut yang sebentar lagi akan mencapai pantai ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tepat dengan menginstruksikan kajian antisipatif. Work From Home, pengurangan hari kerja, hingga efisiensi anggaran negara mulai disiapkan. Ini bukan sikap panik. Ini adalah kewaspadaan yang diperlukan seorang nahkoda.
Indonesia tidak boleh terlena. Harga BBM yang melonjak akan merembet ke harga pangan. Daya beli masyarakat tertekan. Inflasi mengintai. Maka, mempercepat wacana menjadi kebijakan konkret adalah keniscayaan.
Namun ada satu poin yang patut diapresiasi dari arahan Presiden: keteladanan.
Presiden menyoroti kebijakan Pakistan yang berani memangkas gaji menteri dan anggota parlemen. Fasilitas mewah dihentikan. Perjalanan dinas ke luar negeri dibekukan. Belanja seremonial dilarang.
Ini momentum yang tepat.




Tinggalkan Balasan