Survei SMRC periode 5-19 Juli 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025. Politikus Anas Urbaningrum menilai angka itu mengkhawatirkan dan menyodorkan lima langkah perbaikan, termasuk perampingan kabinet.
KOSONGSATU.ID — “Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” tulis Anas Urbaningrum melalui akun X pribadinya, Jumat (31/7/2026).
Penurunan sekitar 30 poin persentase dalam sembilan bulan ini terjadi seiring memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Proporsi responden yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas naik dari 16 persen menjadi 46,9 persen.
Lima Langkah yang Ditawarkan
Anas menilai pemerintah masih memiliki ruang pembenahan. Ia menyarankan fokus memenuhi janji kampanye di tengah keterbatasan anggaran, alih-alih membuat program dadakan yang bersifat sementara.
Selain itu, ia mendesak penguatan konsolidasi agar seluruh jajaran kabinet bergerak serempak. Kesan adanya menteri yang lebih diutamakan atau dinomorduakan harus segera diakhiri demi sinergi kerja.
Dari sisi komunikasi, Anas mendorong pemerintah memproduksi isu strategis ketimbang sekadar mengklarifikasi polemik. Hal ini penting untuk menekan potensi kontroversi yang kerap memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pemerintah juga diminta menggenjot kinerja pada sektor yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Fokus utamanya mencakup ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pelayanan publik, dan jaminan keamanan.
Kabinet Gemuk Dinilai Menghambat
Lebih lanjut, Anas menyarankan perampingan struktur kabinet. Langkah ini dinilai akan mempercepat koordinasi sekaligus membangun citra pemerintahan yang jauh lebih gesit dan efisien.
“Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan: Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari keluarga besar kabinet hanya bekerja sekadarnya,” tegasnya.
Seluruh langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja pemerintah. Imbasnya, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat dapat kembali terdongkrak.
“Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga membaik. Ayo Pak Presiden, bisa!” kata Anas.***




Tinggalkan Balasan