Teknologi kecerdasan buatan (AI) terbukti mampu membongkar identitas asli pemilik akun anonim di media sosial hanya dengan menganalisis jejak teks.
Studi eksperimental yang digawangi peneliti dari ETH Zurich dan perusahaan AI Anthropic pada awal Maret 2026 membuktikan bahwa kecerdasan buatan dapat melakukan de-anonimisasi secara massal dan otomatis.
Simon Lermen dan Daniel Paleka memimpin riset yang membuka mata dunia tentang rentannya privasi daring.
“Apa yang kami temukan adalah agen AI ini dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya sangat sulit: berawal dari teks bebas (seperti transkrip wawancara yang dianonimkan), mereka dapat menelusuri hingga menemukan identitas lengkap seseorang,” ujar Simon Lermen, Peneliti AI di ETH Zurich, dalam keterangannya pada 7 Maret 2026.
Akurasi Mencapai 90 Persen
AI mampu melampaui metode pelacakan klasik meskipun data pengidentifikasi langsung seperti nama dan nomor telepon telah dihapus. Sistem berhasil mencocokkan 67 hingga 68 persen akun anonim dengan identitas aslinya, seperti profil LinkedIn.
Tingkat presisi bahkan mencapai 90 persen saat AI melakukan penyaringan dari data berskala besar. Pengujian dilakukan dengan mencocokkan dari total 89.000 kandidat akun.




Tinggalkan Balasan